INDONESIA
MICROFINANCE
EXPERT ASSOCIATION
Selamat Datang di Situs Resmi IMFEA

IMFEA TALKS


IMFEA akan menyelenggarakan WEBINAR SERIES selama 8X sampai akhir 2020 dengan menampilkan para narasumber yang berpengalaman baik sebagai sebagai PRAKTISI, AKADEMISI maupun REGULATOR untuk memberikan dan membagikan WAWASAN tentang REGULASI, STRATEGI & ISU-ISU PENTING untuk mendapatkan INSIGHT dalam mengelola LKM/KOPERASI memasuki tahun 2021

🎗️WEBINAR SERIES #02 TEMA : SKEMA AKSES PEMBIAYAAN UNTUK UKM

PENGANTAR

Akses pembiayaan UKM kita ke layanan keuangan formal masih di angka 19%, ada ruang besar yang masih terbuka sekitar 80% bagi industri keuangan, terutama Lembaga Keuangan Mikro (LKM maupun Koperasi) untuk melayani mereka. Walaupun jumlah koperasi yang memiliki usaha simpan pinjam yang tercatat dan terlaporkan oleh KEMENKOP UKM lebih dari 79.000 unit, namun kenyataannya hanya dapat menjangkau 38% dari jumlah UKM kita, memang lebih besar dibandingkan Perbankan (findech, 2018). Bagaimana seharusnya regulator dapat ikut mendorong pelaku keuangan mikro (koperasi/LKM) untuk dapat memberikan akses yang lebih luas kepada UKM, baik melalui mekanisme pasar maupun linkage dengan Lembaga keuangan formal yang ada. Dalam kesempatan diskusi kita kali ini, nara sumber akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi yang ada saat ini dan rekomendasi kepada regulator dan para pelaku keuangan mikro agar akses pembiayaan ke UKM makin meningkat
Materi IMFEA TALKS Series #2:

1. Materi 1 : Dewi Meisari, M.Si | Skema Akses Pembiayaan
2. Materi 2 : T. Safriza Sofyan | BPR, KSP, dan LKM
3. Materi 3 : Djauhari J Sitorus | Skema Akses Pembiayaan UMKM melalui Keuangan Mikro

Narasumber:

👤 Djauhari J Sitorus
Ketua Project Manajemen, DNKI Kemenko RI

👤 Dewi Meisari, M.Si
LPEM-FEB-UI

👤 T. Safriza Sofyan
Konsultan Kemendagri

Hosted By:

👤 Ahmad Subagyo
Ketua Umum IMFEA _

📌 SAVE THE DATE 🗓 : Sabtu, 3 Oktober 2020 🕰️: 09.00-10.30 WIB

Link Registration ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️ bit.ly/WEBINARIMFEA02

💰🆓GRATIS!!!

Benefit
📜 : e-certificate
🧠 : Ilmu
👨‍👩‍👧‍👧 : Relasi
0
0
0
s2sdefault

IMFEA Talks - menyelenggarakan webinar series selama 8x sampai akhir tahun 2020 dengan menampilkan para narasumber yang berpengalaman baik sebagai PRAKTISI, AKADEMISI maupun REGULATOR yang akan membagikan WAWASAN tentang REGULASI, STRATEGI dan ISU-ISU PENTING kepada audience (Peserta WEBINAR) agar mendapatkan INSIGHT dalam mengelola LKM/KOPERASI memasuki tahun 2021.

TEMA-TEMA TERPILIH YANG SENGAJA DIANGKAT OLEH IMFEA khusus disajikan kepada praktisi keuangan mikro (BPR/LKM/KOPERASI) dan Akademisi serta mahasiswa dalam memperkaya khasanah tentang KEUANGAN MIKRO DI INDONESIA.
0
0
0
s2sdefault

Perkembangan Mainstream Keuangan Mikro di Indonesia

Perkembangan keuangan mikro sudah pada tahap pembentukan mainstream, karena beberapa alasan:

  1. Tahap inisiasi (tahun 1970-an); Ditandai dengan berdirinya BKD dan program2 Pemerintah melalui simpan pinjam.
  2. Tahap pertumbuhan (pertengahan 1990an); Ditandai dengan berdirinya BMT dan munculnya regulasi tentang KSP/USP
  3. Tahap pendewasaan (mulai awal tahun 2000-an); Ditandai dengan berdirinya gerakan keuangan mikro (Gema PKM/asosiasi-asosiasi/koperasi sekunder dan keluarnya UU No. 1 tahun 2013 ttg LKM.
  4.  Tahap Pengarusutamaan (mainstream); Ditandai dengan berdirinya program studi keuangan mikro di Perguruan Tinggi dan munculnya perhimpunan ahli di bidang keuangan mikro

 

0
0
0
s2sdefault

Di Indonesia sendiri kredit mikro sebenarnya memiliki sejarah yang panjang. Kajian historis keberadaan keuangan mikro berdasarkan catatan dapat dibagi menjadi dua periode, yakni jaman penjajahan dan jaman kemerdekaan. Selama masa penjajahan Belanda, sistem keuangan dikontrol oleh pemerintah Hindia Belanda melalui beberapa bank yang mereka dirikan. Pada akhir abad ke-19, sekitar bulan Desember 1895 atas prakarsa perorangan didirikan semacam. Lembaga Perkreditan Rakyat, tercatat Raden Bei Wiriaatmadja seorang ribumi yang menjabat patih Purwokerto mendirikan “Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren” atau Bank Bantuan dan Tabungan pegawai. Selanjutnya institusi tersebut diperbaiki oleh seorang Belanda bernama De Wolf va n Wester rode yang menguba hnya menjadi Bank Kredit Rakyat atau Bank Rakyat.Pendirian Bank Rakyat ini kemudian diikuti oleh daerah-daerah lain di Pulau Jawa. 

0
0
0
s2sdefault

Ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Secara umum, ekonomi mikro membahas perilaku ekonomi dalam lingkup individu, rumah tangga, perusahaan, dan pasar. Pembahasannya meliputi pemanfaatan sumber daya ekonomi bagi kehidupan masyarakat serta perilaku produsen dan konsumen dalam melakukan interaksi di pasar. Cakupan pembahasan ekonomi terbatas pada kegiatan ekonomi yang lebih sempit dan khusus.

0
0
0
s2sdefault

Subcategories

Kegiatan Seminar dan Halal Bihalan IMFEA

Hikmah

Silahkan Login

Traffik Pengunjung

Today109
Yesterday85
This week594
This month2476
Total88112

Visitor Info

  • IP: 35.172.236.135
  • Browser: unknown
  • Browser Version: unknown
  • Operating System: unknown

Who Is Online

3
Online

Thursday, 22 October 2020 21:47
Indonesian Arabic English German Japanese Russian

Photo Galleries

1 2 3
  • Narasumber Kegiatan Seminar IMFEA_2
  • Narasumber Kegiatan Seminar IMFEA_1
  • Pengurus IMFEA_1
  • Seminar Nasional Ekonomi Islam_1

Feature Artikel

Ukuran Tradisi Hidup Sederhana

"Allah SWT. telah mewahyukan kepada Daud a.s. dengan firmanNya: Wahai Daud, perumpamaan...

Baca Selengkapnya..