Spread the love


Malam ini (selasa, 26 Juli 2022) di Hotel Pullman Jakarta, pengurus dan pembina IMFEA berempat (saya, Bagus, Rusli dan Hari) berbincang seru dengan Nitin Madan yang telah berpengalaman lebih dari 18 tahun di dunia keuangan mikro.

Responsible Inclusive Finance

RIF dapat diartikan secara bebas sebagai prinsip keuangan yang memberikan arah tentang bagaimana layanan keuangan harus diberikan untuk memenuhi tantangan dalam mempromosikan pembangunan berkelanjutan.

Ada 3 prinsip utama yaitu  harus memasukkan dimensi sosial, pembangunan, dan lingkungan dalam performance kinerja Lembaga keuangan mikro kita.

Dimensi kritis dari tanggung jawab sektor keuangan adalah memberikan pendidikan yang adil , perlindungan terhadap nasabah dan memberikan kesejahteraan sosial dan ekonomi bagi nasabah.

Tujuan RIF adalah untuk memfasilitasi Keuangan Mikro (MF) yang berkelanjutan dan bertanggung jawab

Melalui dukungan terhadap penerapan praktik yang baik dalam Praktek Keuangan yang  Bertanggung Jawab (RF) oleh penyedia jasa keuangan mikro di Indonesia.

Trend Issue  di Banyak Negara, termasuk Indonesia

Lembaga keuangan cenderung:

Mengejar tujuan keuangan – keuntungan dan volume saja,

Telah kehilangan tujuan pembangunan — Double Bottom Lines?

Kurangnya transparansi, terbatasnya upaya untuk mengurangi biaya transaksi; adanya perbedaan dalam pengaturan pada sector yang sama  (Arbitrage regulatory)

Pola pikir mono-produk dengan sedikit memperhatikan kebutuhan pelanggan nyata, produk yang bergerak lambat dan tidak ada inovasi

Meningkatnya NPL dan

Nasabah terjebak dalam debt trap

Perlu ada model pemeringkatan komprehensif terhadap Lembaga Keuangan Mikro kita ke depan. Maka di sepakati bersama akan dilakukan pilot ASSESMENT pemeringkatan terhadap LKM/KSP/BPR kita dengan menggunakan basis penilaian INTERNATIONAL STANDARD.

Harapannya adalah LKM dapat mengakses penguatan permodalan dari Perbankan dan atau Lembaga keuangan lain secara lebih mudah karena memiliki kinerja keuangan, social dan lingkungan yang berkelanjutan.

Oleh: Ahmad Subagyo (Ketum IMFEA)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *