
Dari Pekalongan untuk Indonesia: Koperasi Dirancang Menjadi Hub Perlindungan Sosial Pekerja Informal
Pekalongan, 26 September 2026
Pekalongan – Pilot project “Cooperatives as Hubs for Inclusion” resmi dimulai melalui kick-off meeting di Hotel Dafam Pekalongan, Selasa (22/9/2026). Program ini dilaksanakan P.U.P.U.K dengan dukungan People’s Courage International (PCI) dan Dignity Alliance International (DAI). Hadir perwakilan Pemerintah Kota Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Batang, BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Sosial dan Puskesos, Disdukcapil, serta koperasi mitra.
Program ini menjawab persoalan struktural: kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) mudah terhenti ketika subsidi daerah berakhir. Di Kabupaten Batang, lebih dari separuh pekerja berada di sektor informal. Di Pekalongan, gelombang PHK tekstil mendorong banyak pekerja beralih ke sektor informal tanpa perlindungan.

Advisor Pilot Project, Prof. Dr. Ahmad Subagyo, menjelaskan bahwa koperasi dirancang sebagai simpul layanan terpadu. “Penerima bantuan iuran dari pemerintah daerah kami ajak menjadi anggota koperasi. Di koperasi, mereka dilatih, disertifikasi jika ada dukungan, lalu didampingi masuk platform bursa kerja koperasi. Ketika penghasilan naik dan kebiasaan menabung terbentuk, mereka dapat membayar iuran secara mandiri pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Koperasi menjalankan lima fungsi: titik layanan pertama melalui Social Service Desk, agen pendaftaran BPU, lembaga keanggotaan berbasis SHU, jembatan data dengan Puskesos dan DTSEN, serta simpul tanggap darurat. Targetnya 1.320 pekerja informal dalam 12 bulan (September 2026–Agustus 2027), dengan koperasi mitra K3PR, LKMS Kasuwari, dan KMP Aryadhana Wisesa.
Pemilihan Pekalongan memiliki dasar sejarah yang kuat:
- Para pengusaha batik Pekalongan bersama koperasi batik Surakarta, Yogyakarta, dan Tulungagung membentuk GKBI pada 1948.
- Kospin Jasa didirikan di Pekalongan pada 13 Desember 1973.
- BTM pertama, BTM Surya Sejahtera Muhammadiyah, berdiri di Pekalongan pada 1995.
- KOPSIM NU didirikan lembaga perekonomian NU pada 14 April 2000.
- YAKKIN berkiprah di Pekalongan sejak 2018.
- Koperasi Jasa LKMS Kasuwari, yang lahir dari inisiatif masyarakat, memperoleh izin usaha Lembaga Keuangan Mikro dari OJK pada 2020.
“Insya Allah, model koperasi sebagai hub perlindungan sosial juga akan lahir dari Pekalongan,” kata Ahmad Subagyo.
0 Comments