- Akademisiyang concern terhadap pengembangan keuangan mikro melalui kegiatan ekstra kurikuler kampus, pengampu/pengajar mata kuliah keuangan mikro/koperasi, inkubator koperasi sekolah, pendamping koperasi melalui pengabdian masyarakat dan peneliti keuangan mikro di Indonesia;
- Pemerhati yang berprofesi sebagai wartawan, pengambil kebijakan, dan tokoh masyarakat yang memiliki concern terhadap keuangan mikro yang ditunjukkan melalui tulisan, publikasi, hasil kebijakan publik, dan keterlibatannya dalam gerakan keuangan mikro baik di tingkat regional maupun nasional;
- Praktisiperorangan yang telah berpengalaman dalam menjalan keuangan mikro atau lembaga mitra pendukung keuangan mikro baik melalui KSP/USP, Usaha EkonomiDesa – SimpanPinjam (UED-SP), BKD, LKD, BKK, KUB, Program PeningkatanPendapatanPetanidanNelayan Kecil (P4K), PEMP, PUAP, Unit Program PelayananKeluarga Sejahtera (UPPKS), BMT, dan LPED;
- Konsultan keuangan mikro yang tergabung dalam organisasi “service provider” keuangan mikro (seperti: Pinbuk, Microfin,Micra,Bisma,Bina Swadaya,Pakem, BMT Center, APRACA, dsb.).
FOREIGN EXCHANGE STRATEGY: PERSEPSI, BUKAN SEKADAR DATA
Spread the loveA.Y. Eka Putra – IHT Treasury, Union Bank of Switzerland Pasar valuta asing sering dipahami secara sederhana sebagai reaksi otomatis terhadap data ekonomi. Padahal dalam praktik global, nilai tukar terbentuk melalui proses yang Read more…
0 Comments