Padang, 1 September 1958 – Jakarta, 21 Februari 2026

Hari ini, 21 Februari 2026, dunia koperasi berduka cita yang dalam. Bapak Irsyad Muchtar, tokoh koperasi nasional, jurnalis senior, dan Pemimpin Umum Peluang Media Group, telah dipanggil Yang Maha Kuasa. Almarhum wafat di RS Dharmais, Jakarta Selatan, setelah berjuang keras melawan infeksi paru yang datang begitu mendadak.
Jenazah beliau disemayamkan di Rumah Duka ELIM Harapan Kita, Jl. Letjen S. Parman Kav. 87, Slipi, Jakarta Barat. Sebelum dimakamkan di TPU Karet Bivak, mari kita sambangi untuk memberikan doa terakhir bagi sahabat, senior, dan guru kita semua ini.
Saya, Ahmad Subagyo, baru mengenal Bang Irsyad secara pribadi beberapa tahun terakhir. Pertemuan pertama kami seolah ditakdirkan: saat RUU P2SK mulai bergulir sekitar tahun 2022. Saya sering diundang berbagai pemangku kepentingan sebagai ahli koperasi dan keuangan mikro. Di forum-forum dan event tersebut, kami bertemu – awalnya online, lalu offline, hingga perjumpaan menjadi semakin intensif. Bang Irsyad bukan sekadar kenalan biasa; ia menjadi sahabat sejati, senior yang penuh wawasan, guru yang rendah hati, dan inspirasi tak ternilai.
Bayangkan seorang anak Padang lahir 1 September 1958, dibesarkan di tanah Minangkabau yang keras dan penuh perjuangan, tumbuh menjadi jurnalis koperasi paling vokal dan berpengaruh. Pengetahuannya tentang dunia koperasi begitu luas dan mendalam, namun sikapnya tetap sederhana dan humble luar biasa. Kritis? Sangat tajam! Tapi open minded dan mau mendengar. Ia tak segan menerima pandangan orang lain selama logis dan rasional. Bahkan dalam beragama, Bang Irsyad adalah seorang rasionalis sejati. Ia mampu menerjemahkan ritual keagamaan dengan pemahaman yang dalam dan masuk akal, bukan sekadar formalitas belaka.

Yang paling membekas, kebanggaannya saat bercerita tentang Majalah Peluang. “Satu-satunya media cetak yang masih gigih angkat isu koperasi ya cuma Peluang sekarang, Mas!” candanya. Saya iseng bertanya sambil bergurau, “Bang, kok namanya Peluang? Kenapa nggak Majalah Koperasi aja?” Jawabannya klasik dan bikin ngakak: “Kalau saya kasih nama Majalah Koperasi, udah tutup layar dari dulu!” Tawa lepasnya khas Bang Irsyad – humoris, suka bercanda, pandai nyentil dan nyindir tapi yang kena malah tersenyum. Itulah kehebatan retorikanya sebagai wartawan senior dengan wawasan luas.
Sebagai juri 100 Besar Koperasi Indonesia atas undangannya, saya melihat langsung komitmen luar biasa di balik layar. Banyak kritik pedas soal hasilnya, tapi sedikit yang tahu kerja kerasnya. Bang Irsyad keliling Indonesia, dari kota ke kota, pulau ke pulau, mengumpulkan data keuangan dan profil koperasi secara real-time. “Data kita lebih lengkap dari Kementerian, Mas!” candanya bangga. Bahkan ia tunjukkan satu koperasi besar omzetnya, tapi dengan berat hati tak dimasukkan ke 100 besar. “Ini sebenarnya bukan koperasi sejati, Mas Bagyo,” katanya tegas. Integritasnya tak ternilai.
Pernah juga ia bilang soal event tertentu, “Kali ini saya nombok sendiri, Mas. Beberapa koperasi yang diundang kok dananya kagak keluar?” Tapi tetap lanjut – demi mengangkat nama besar koperasi Indonesia. Sampai saat ini, belum ada yang menandingi kontribusinya.
Ikatan kami makin erat. Suatu hari janjian, tapi saya batal ke Banten. “Ke Banten naik apa, Mas?” tanyanya. “Kereta, Bang,” jawab saya. Langsung, “Wah jangan! Ini saya siapkan mobil dan sopirnya.” Padahal bukan urusannya sama sekali. Begitulah Bang Irsyad kalau sudah anggap kita sahabat – tulus luar biasa.
Pada perhelatan terakhirnya di 2025, beliau masih segar bugar. Beberapa kali undang saya ke kantornya diskusi “kelayakan” nominator penghargaan. Ia perlihatkan tumpukan data riil – hasil kerja kerasnya sendiri. Saya ajak foto bareng, tapi ditolak halus: “Udah, Mas Bagyo saja-lah. Anda kan yang masih punya masa depan panjang.” Saya saat itu tak paham maksudnya. Kini terang sudah.
Tahun 2026 ini saya belum sempat bertemu lagi. Tiba-tiba kabar dari sahabat: Bang Irsyad dirawat di RS karena infeksi paru. Belum sempat menjenguk, hari ini beliau telah dipanggil-Nya. Kaget. Sedih. Penyesalan menyelimuti. Tapi hati ini yakin, Bang Irsyad pulang dengan tenang.
Bang Irsyad Muchtar, sahabatku, senorku, guruku, inspirator… selamat jalan. Pulanglah dengan damai menjumpai Sang Pencipta. Warisanmu – Majalah Peluang, 100 Besar Koperasi Indonesia, semangat rasional, humor cerdas, dan integritas tinggi – akan terus hidup. Kami lanjutkan perjuanganmu membesarkan koperasi Indonesia.
Semoga almarhum diberi husnul khotimah, dimudahkan langkahnya di akhirat, kuburnya menjadi surga yang luas, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan luar biasa.
Kepada seluruh keluarga besar Peluang Media Group, rekan jurnalis, aktivis koperasi di seluruh Indonesia – turut berduka cita yang mendalam. Mari kita doakan bersama dari hati yang paling dalam.
Bang Irsyad Muchtar – abadi dalam ingatan dan perjuangan kami.Ahmad Subagyo
Warek III IKOPIN University dan Ketua ADEKMI
Kota Pekalongan, 21 Februari 2026
0 Comments